Sabtu, 19 April 2014



Lokasi Observasi : Perguruan As-Syafi’yah Internasional

Kelompok 3 :
1. Gigih Mentari http://13010gigihm.blogspot.com (13-010)
2. Zelita Almira http://13060zas.blogspot.com (13-060)
3. Alia Shinta Dewi http://13094asd.blogspot.com (13-094)
4. Putri Nova Sari http://13110pns.blogspot.com (13-110) - KETUA 
5. Kishia Dwi Putri http://kisxia.blogspot.com (13-140) 


EVALUASI KEGIATAN
A. Pengertian
Evaluasi kegiatan adalah suatu usaha untuk mengukur dan memberikan nilai secara objektif atas pencapaian hasil-hasil pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Evaluasi selalu berupaya untuk mempertanyakan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan dari suatu rencana. Disamping itu evaluasi juga mengukur hasil-hasil pelaksanaan secara objektif dengan ukuran yang dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat.
B. Tujuan Evaluasi
Tujuan evaluasi dari suatu kegiatan adalah untuk mengetahui dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan kegiatan dapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan di masa yang akan datang. Fokus utama evaluasi ini adalah lebih diarahkan kepada hasil, manfaat dan dampak dari program.

C.Lingkup Evaluasi

1. Evaluasi Pada Tahap Perencanaan (ex-ante)
Pada tahap ini kami melakukan beberapa hal yaitu:
  ü  pemilihan ketua kelompok
  ü  pembagian tugas pada setiap anggota
  ü  menentukan sekolah yang akan di observasi
  ü  menentukan jadwal observasi
  ü  mengurus surat izin observasi
  ü  menentukan reward untuk murid serta tanda terimakasih untuk pihak sekolah
  ü  menentukan wakil kelompok (2 orang) untuk memberikan surat pada kepala sekolah untuk      mendapatkan izin observasi sekolah

Faktor yang mendukung      :
  ü  setiap anggota dalam kelompok sangat kooperatif, bisa bekerja sama dengan baik
  ü  setiap anggota dalam kelompok mau memberikan pendapat dalam setiap diskusi

Faktor yang menghambat     :
  ü  sulit menentukan jadwal untuk mendiskusikan tugas dan beberapa hal lainnya (menentukan reward untuk murid, tanda terimakasih untuk pihak sekolah, alat dokumentasi yang digunakan) karena ada anggota yang berlainan jadwal kuliah

2. Evaluasi Pada Tahap Pelaksanaan (on going)
Pada tahap ini kami melakukan beberapa hal yaitu :
  ü  persiapan di kampus
  ü  penyediaan reward
  ü  proses menuju lokasi observasi
  ü  proses melakukan observasi di kelas
  ü  memberi rewarad pada murid
  ü  proses dokumentasi
  ü  wawancara dengan salah satu murid dan guru
  ü  memberikan tanda terimakasih pada pihak sekolah dan izin meninggalkan lokasi observasi
  ü  kembali ke kampus

Faktor yang mendukung      :
  ü  pihak sekolah memberikan izin dan menerima dengan baik
  ü  ada anggota kelompok lain yang bersedia meminjamkan alat dokumentasi
  ü  lokasi cukup mudah dijangkau
  ü  murid dan guru bersedia di wawancara

Faktor yang menghambat     :
  ü  proses wawancara bersama salah murid bernama Vanny Nurul menghasilkan video yang kurang bagus, suara narasumber dan pewawancara hampir tidak terdengar.

3. Evaluasi Pada Tahap Pasca Pelaksanaan (ex post)
Pada tahap ini meliputi :
  ü  membuat hasil observasi
  ü  melakukan evaluasi

4. Pelaksanaan Evaluasi
Pelaksanaan tahap ini meliputi :
  ü  diskusi
  ü  membuat hasil evaluasi

Faktor yang mendukung      :
  ü  setiap anggota kelompok berperan dalam pengerjaan tugas

Faktor menghambat     :
  ü  penyelesaian hasil evaluasi bersamaan dengan pelaksanaan UTS

EVALUASI HASIL OBSERVASI

      1.      Teori Erickson
      Tahap Identitas vs Kebingungan Identitas
      Semangat anak dalam  mempelajari pengetahuan dan keterampilan adalah sangat antusias. Terutama siswa laki-laki. Walaupun siswa laki-laki lebih sedikit daripada perempuan tapi mereka lebih aktif.

      2.      Teori Kohlberg
   Conventional Reasoning
      Tingkah laku siswa-siswa SMA As-Syafi’yah Internasional Medan sangat baik. Mereka mematuhi     peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh para guru dan pihak sekolah. Hanya saja siswa laki-laki lebih ribut dan membuat kelas sedikit tidak kondusif.

3. Pengaruh Classical Conditioning
    Pada saat pendidik memberi pertanyaan (stimulus) siswa memjawab (respon) pertanyaan dengan tertib dan sesuai prosedur.

4. Operant Conditioning
    Pada saat kuis, pendidik memberikan reward kepada 5 siswa yang dapat mengerjakan soal paling cepat dengan memberikan tanda tangannya.

KESIMPULAN HASIL OBSERVASI

•    Sekolah As-Syafi’yah Internasional Medan pada jenjang SMA memiliki 9 kelas dimana setiap tingkatan memiliki 3 kelas.
•    Guru yang mengajar di kelas memiliki kemampuan dalam menguasai materi, memanajemen kelas, berkomunikasi dengan murid serta memberikan motivasi bagi murid.
•    Kelas tersebut menggunakan teacher-centered karena guru lebih mengambil peran dalam kelas dan guru lebih banyak menjelaskan kepada siswa. Dan murid belajar dengan baik. Karena mereka memperhatikan dengan baik bagaimana cara guru memberikan contoh-contoh soal.
•    Guru juga bersikap tegas saat mengajar namun mampu membuat murid di kelas tidak merasa tegang. Guru dapat membuat suasana di kelas serius namun menyenangkan untuk belajar.
•    Pada kelas X-B terdapat 39 murid (15 murid laki-laki dan 14 murid perempuan)
•    Murid laki-laki lebih aktif di kelas dibandingkan dengan murid perempuan.
•    Tingkah laku murid pada saat guru menyampaikan materi cenderung memperhatikan meskipun ada beberapa anak laki-laki yang tidak.
•    Dalam kelas tersebut ada 2 anak yang sangat menonjol (aktif) ketika guru memberi pertanyaan, murid     tsb. segera menjawab.
•    Keadaan kelas X-B nyaman dan cukup bersih.
•    Teknologi yang digunakan guru untuk mengajar berupa slide yang ditampilkan melalui infocus



Sabtu, 12 April 2014

JURUSAN KULIAH YANG BERAWAL DARI HOBI


Hampir setiap mahasiswa yang tamat SMA, berebut untuk masuk ke fakultas-fakultas yang diminati seperti kedokteran, hukum, ekonomi, pertanian, teknik dan lain-lain. Tapi bagaimana kalau kita adalah tipe siswa yang tidak terlalu suka materi di sekolah?. Nah, disini sayya akan sedikit menjelaskan beberapa fakutas atau jurusan yang dapat diambil, berdasarkan hobi kita.

 1. Desain Grafis




Jurusan yang masuk ke Fakultas Seni Rupa dan Desain di beberapa universitas ini, dulu memang sepi peminat, karena ada beberapa mitos tentang jurusan ini bahwasannya, tidak banyak lapangan pekerjaannya, dan kurang dicari jasanya,  namun sering berjalannya waktu dalam mendengan pesatnya pertumbuhan media internet yang memang menjadi lahan basah untuk keahlian dibidang design grafis. Jadi, buat para siswa yang kurang suka dengan pelajaran eksak, dan memang hobi menggambar, di kertas, kanvas maupun di komputer, jurusan ini sangat tepat dipilih, dan tidak hanya desain grafis saja, ada juga beberapa desain yang lain, yaitu: 

Desain Interior 
Desain interior adalah Ilmu yang mempelajari perancangan suatu karya seni yang ada di dalam suatu bangunan dan digunakan untuk memecahkan masalah manusia.

Desain Komunikasi Visual 
Desain Komunikasi Visual adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen visual ataupun rupa untuk menyampaikan pesan untuk tujuan tertentu.

Desain Pakaian
Desain pakaian atau yang lebih terkenal dengan Designer adalah perancang yang ruang lingkupnya adalah gaya busana.

2.  Tata Boga


         

Tata boga atau kadang disebut juga gastronomi, adalah seni dalam mengolah makanan,    yang mencakup ruang lingkup makanan, mulai dari persiapan pengolahan sampai dengan menghidangkan makanan itu sendiri yang bersifat tradisional maupun Internasional. Tapi, yang perlu diketahui adalah, begitu kita menamatkan pendidikan di jurusan tata boga ini, kita tidak bisa langsung menjadi koki utama di suatu restoran ataupun hotel, karena harus berpengalaman dahulu. Biasanya tata boga itu ada di Akademi Pariwisata.

3.  Musik


      
           

 Jurusan ini tentu saja diperuntukkan bagi orang yang mempunyai bakat dan minat di bidang musik.

Jurusan Musik tidak hanya mengajarkan Anda membaca dan memainkan musik, tertapi juga mempelajari teori musik. Untuk menyelesaikan kuliah di jurusan musik dengan baik, Anda harus bisa mendemonstrasikan bakat dan keahlian di bidang musik. Jadi, siswa-siswa yang merasa “tidak bisa hidup tanpa musik” atau “music is my life”, bisa mempertimbangkan jurusan yang satu ini.

            Itulah beberapa jurusan yang dapat dipilih, apabila kita merasa tidak cocok dengan pelajaran eksak seperti fakultas kedoteran, hukum, teknik, farmasi dan lain-lain. Karena, meyelami bakat yang sudah kita sadari, akan terasa lebih menyenangkan walaupun ada beberapa halangan datang. Karena hidup itu pilihan. Semoga bermanfaat :)