Senin, 29 Desember 2014

Analisis Teori Viktor Frankl



Bob Sadino


     
       Bambang Mustari Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil Om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. 
       Beliau dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.
     Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
      Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
     Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100,-. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.
       Akhirnya Bob Sadino menerima 50 ekor ayam ras dari rekannya, Sri Mulyono agar dapat beternak dan memperbaiki hidupnya. dari ternak ayam tersebut, Om Bob mendapatkan kemajuan yang pesat. Bob sangat memperhatikan setiap perkembangan ayam-ayam tersebut. dari situlah, awal mulanya Bob Sadino menjadi pemilik Supermarket Kem Chicks. 
       Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Teori Viktor Frankl

      Viktor E. Frankl adalah seorang neuro-psikiater kelahiran Wina, Austria yang berhasil selamat keluar dari kamp konsentrasi maut Nazi pada Perang Dunia II melalui usahanya untuk tetap mempertahankan dan mengembangkan hidup bermakna (the will to meaning). Ternyata harapan untuk hidup bermakna dapat dikembangkan dalam berbagai kondisi, baik dalam keadaan normal maupun dalam penderitaan (suffering), misalnya dalam kondisi sakit (pain), salah (guilt), dan bahkan menjelang kematian sekalipun. Ia mempelopori suatu model psikoterapi yang disebut “Logoterapi”.
      Setiap model psikoterapi yang berusaha mengembalikan kebebasan manusia sebagai sesuatu yang kodrati pastilah akan bersinggungan dengan dua mazhab besar diatas. Begitu juga Logoterapi, Frankl berusaha mengembalikan kebebasan sebagai sesuatu yang berharga bagi manusia. Filsafat manusia yang mendasari Logoterapi adalah semangat untuk hidup autentik guna mencapai kebebasan melalui upaya untuk hidup bermakna.
         Filsafat Logoterapi mensiratkan sebuah harapan besar tentang masa depan kehidupan manusia yang lebih berharga dan bermakna. Teori tentang kodrat manusia dalam Logoterapi dibangun diatas tiga asumsi dasar, dimana antara yang satu dengan yang lainnya saling menopang, yakni:

The Freedom of Will (Kebebasan untuk Berkehendak)

         Manusia tidak sepenuhnya dikondisikan dan ditentukan oleh lingkungannya, namun dirinyalah yang lebih menetukan apa yang akan dilakukan terhadap berbagai kondisi itu. Dengan kata lain manusialah yang menentukan dirinya sendiri.

The Will to Meaning (kehendak untuk hidup bermakna)

           Tentang “Kehendak untuk hidup bermakna”, menurut Frankl merupakan motivasi utama yang tedapat pada manusia untuk mencari, menemukan serta memenuhi tujuan dan arti hidupnya.

 The Meaning of Life (Makna Hidup)

         Tentang “Makna hidup”, Frankl menganggap bahwa makna hidup itu bersifat unik, spesifik, personal, sehingga masing-masing orang mempunyai makna hidupnya yang khas dan cara penghayatan yang berbeda antara pribadi yang satu dengan yang lainnya. Sumber dari makna hidup menurut Frankl ada 3, yaitu: Creative Values (berkarya, menciptakan dan bekerja sebaik mungkin dalam hidup), Experiental Values (keyakinan akan nilai kebenaran dan cinta kasih) dan Attitudinal Values (mengambil langkah yang tepat dalam situasi buruk).

Pembahasan Berdasarkan Teori

The Freedom of Will 

Kebebasan berkehendak ini apabila dikaitkan dengan cerita Bob Sadino, dikatakan bahwa Bob menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman.Bob Sadino merasa memiliki kebebasan kemana dia pergi, diaman dia tinggal dan dimana dia bekerja. Karena, pada saat beliau ke luar negeri, itu memanglah kemauanya sendiri, bukan paksaan dari orang lain.

The Will to Meaning

Tentang “Kehendak untuk hidup bermakna”, menurut Frankl merupakan motivasi utama yang tedapat pada manusia untuk mencari, menemukan serta memenuhi tujuan dan arti hidupnya. dikaitkan dengan cerita, pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Bob merasa kalau ia tidak mau lagi bekerja di perusahaan milik orang lain, lebih baik menjadi pengusaha yang dibangunnya sendiri. itulah yang membuat Bob Sadina merasa bahwa hidupnya bermakna.

The Meaning of Life

         Tentang “Makna hidup”, Frankl menganggap bahwa makna hidup itu bersifat unik, spesifik, personal, sehingga masing-masing orang mempunyai makna hidupnya yang khas dan cara penghayatan yang berbeda antara pribadi yang satu dengan yang lainnya. bila dikaitkan dengan cerita
Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. itulah makna hidup bagi seorang Bob Sadino, bukan tentang bagaimana mendapatkan uang sebanyk-banyaknya, tapi apa yang kita lakukan untuk menjalani hidup. Creative Values Bob Sadino ialah bagaimana ia bekerja sebaik-baiknya, menerima saran dari orang lain tentang usahanya. Experiental Values-nya adalah keyakinan Bob akan hidup yang ditempuhnya sudah benar, tapi ia tetap harus berusaha sebaik-baiknya dan tidak pernah berhenti untuk mendapatklan sesuatu yang benar dan yang terakhir adalah Attitudinal Values yaitu mengambil kesempatan yang tepat  saat situasi memburuk. ketika Bob stress, akibat tekanan hidup yang dialaminya, dia mengambil keputusan untuk menerima bantuan 50 ekor ayam ras untuk diternakkan, dan lama-kelamaan ternak tersebut dapat memberikan penghasilan yang lumayan untuk Bob Sadino.