Minggu, 23 Maret 2014

TEORI EKOLOGI BRONFENBRENNER

 


Teori ekologi dikembangkan oleh Urie Bronfenbrenner (1971) yang fokus utamanya adalah pada konteks sosial dimana anak tinggal dan orang-orang yang memengaruhi perkembangan anak.Bronfenbrenner terdiri dari lima sistem lingkungan dari interaksi interpersonal sampai ke pengaruh kultur yang lebih luas. Bronfenbrenner menyebut sistem-sistem tersebut sebagai Mikrosistem, Mesosistem, Eksosistem, Makrosistem dan Kronosistem.


a. Mikrosistem

       Mikrosistem melibatkan lingkungan yang terdekat di mana kanak-kanak mempunyai interaksi secara langsung dan menghabiskan paling banyak waktu. Ia meliputi keluarga, guru, individu, rekan sebaya, sekolah dan lingkungan  yang terlibat secara langsung dengan anak-anak. contohnya, orang-orang yang paling sering berinteraksi dengan saya adalah orang tua, kakak dan teman-teman.

 

b. Mesosistem

       Mesosistem adalah kaitan antar-Mikrosistem. Misalnya adalah hubungan antara pengalaman dalam keluarga dengan pengalaman di sekolah, dan antara keluarga dan teman sebaya. pada saat saya SD mempunyai guru bahasa mandarin yang sangat suka merendahkan saya sama lama dalam menhafal cara baca, bentuk tulisan dan artinya. dia sering mengatakan saya bodoh dan tak pantas ada di SD itu. kata-kata guru saya itu sangat mempengaruhi semangat saya dalam belajar di mata pelajaran lain saat itu.



c. Eksosistem

       Eksosistem merupakan pengalaman dengan lingkungan yang tidak melibatkan murid secara langsung tetapi keputusan yang diambil dalam lingkungan   tersebut memberi kesan kepada anak-anak atau orang dewasa yang terlibat dengan kanak-kanak tersebut. Contohnya adalah Dewan sekolah atau pengawas saya di sekolah. Mereka memegang peran kuat dalam menentukan kualitas sekolah, teman, fasilitas rekreasi, dan perpusatakaan. Keputusan mereka bisa membantu atau menghambat perkembangan kami sebagai siswa disana.

 

d. Makrosistem

       Makrosistem ialah perubahan keadaan dalam tempo suatu masa pada anak-anak. sebagai contoh, dulu sewaktu saya kecil, saya lebih sering memainkan permainan yang bisa dimainkan bersama sama, seperti petak umpet, pecah piring, jongkok kriing dan lain-lain. Tapi bila diperhatikan, anak-anak sekarang lebih suka main permainan yang ada di gadget orang tuanya, yang sudah pasti hanya bisa dimainkan sendiri.



e. Kronosistem

      Maksud dari kronosistem ini adalah, dimana anak-anak jaman sekarang hidup di lingkungan yang dikelilingi oleh alat-alat elektronik dan bentuk media baru. Contohnya, saya di SMA sudah menggunakan infokus dan slide waktu belajar, dan mengumpulkan tugas juga sudah mengunakan email, tanpa perlu bertemu langsung dengan guru.


    jhgc


 Nama                      : Putri Nova Sari P.
 NIM                        : 13-110
 Kelompok               : 3
 Anggota Kelompok : Gigih Mentari(13-010)
                                  Zelita Almira Br. Sembiring (13-060)
                                  Alia Shinta Dewi Simbolon (13-094)
                                  Kishia Dwi Putri (13-140)
Mata Kuliah              : Psikologi Pendidikan

 

 

 

 

Rabu, 12 Maret 2014

Hubungan Psikologi Pendidikan dan Teknologi




            Dalam dunia pendidikan, semua hal berguna, bermanfaat dan dapat mempermudah kehidupan manusia bisa dibilang ilmu pengetahuan. Orang-orang mencari tentang sesuatu, bisa jadi dia penasaran akan hal yang sedang dia teliti, ingin mencari tahu hal yang sebenarnya atau lain-lain. Disini, teknologi berperan penting dalam membantu manusia untuk mencari ilmu pengetahuan.
Salah satu teknologi yang tidak bisa lepas dari pendidikan masa kini adalah internet. Dulu, sebelum ada internet, siswa atau mahasiswa yang ingin mencari bahan tugas, harus pergi ke perpustakaan dulu, dan waktu pencarian bahan tugas pun tidak cepat, mereka harus menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mencari hal yang ingin mereka tahu. Jadi, mereka lebih banyak menghabiskan banyak waktu untuk mencari. Dan yang mereka dapatkan dari mencari di perpustakaan, hanyalah buku, artikel dan lain-lain. Buku yang dibaca juga tidak bisa memberikan berita yang up to date, jadi kabar terbaru tidak cepat tersebarluaskan. Pengumpulan tugas juga hanya bisa dilakukan pada saat jumpa dengan dosen atau guru dengan hari pertemuan selanjutnya.tugas juga selalu dalam bentuk jurnal, makalah atau jenis lain yang memerlukan banyak kertas.
Tapi berbeda bila kita menggunakan internet, kita dapat mencari hal yang menjadi bahan tugas kita dengan cepat dan dengan sumber informasi yang banyak. Kita juga dapat melihat video dan foto-foto terbaru dari berita yang sedang kita baca.Berita atau ilmu pengetahuan juga dengan cepat kita dapatkan. Siswa dan mahasiswa juga dapat menumpulkan lebih cepat, tidak perlu tunggu bertemu dengan guru atau dosen, hanya perlu  kirim ke email, dan selesai.
Karena kecanggihan teknologi juga, penggunaan papan tulis di kelas seperti minimalisir, tergantikan oleh infokus dan slide yang ditempelkan di depan kelas. Karena memang, penggunaan slide lebih efektif dari pada papan tulis, yang memerlukan waktu yang sedikit lebih lama juga. Guru, dosen atau orang yang sedang presentasi di depan, sudah biasa menggunakan MicroSoft Power Point dalam mempersentasikan apa yang ingin dipresentasikan, dan juga dapat memberikan video di depan semua audiens.
Dalam Psikologi Pendidikan, mendidik bukan berarti memaksa pelajar untuk menerima pelajaran dengan cara, metode pengajaran dari sudut pandang pengajar atau guru saja, karena harus dilihat juga apa pelajar tersebut nyaman dengan metode itu, karna apabila dia tidak nyaman, itu bisa mengurangi semangatnya dalam belajar, dan juga ilmu yang ingin disampaikan tidak dapat diterima dengan baik dengan para pelajar, karena setiap pelajar itu berbeda. Bila ingin menarik minat para pelajar, saat presentasi menggunakan slide, kita bisa menampilkan hal-hal yang lucu atau gambar-gambar yang dapat membuat mata mereka tetap tertuju ke depan. Jadi, di jaman yang semakin canggih teknologinya ini, sebagai pengajar dan pelajar, semakin banyak pula cara yang dapat kita lakukan untuk mencari tahu, menyampaikan dan menerima ilmu pengetahuan itu. Walaupun begitu, kita juga tidak boleh menyalahgunakan teknologi, dan apabila sudah terlanjur digunakan untuk hal-hal yang tidak tidak, bukan teknologi itu sendiri yang disalahkan, karena teknologi itu diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, sebaliknya, individunyalah yang harus intropeksi diri, dan menyadari apakah yang dia lakukan itu benar atau tidak. Itu saja yang dapat saya sampaikan dari pemikiran dan pendapat saya  tentang Psikologi Pendidikan dan Teknologi, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman pembaca. Terima kasih.